SUNRISE

 


Aku berjalan agak tergesa gesa menuju puncak gunung Rinjani bersama sang paman, Nampak orang ter engah engah tanda dahaga, tapi apalah daya kami pun tak membawa apa apa.

“ayo segera kita sedikit terlambat ni, jangan jangan kita tidak dapat sunrise nantinya.” tegas paman sambil jalan cepat.

“baiklah aku berusaha” jawabku sambil jalan terengah engah karna tumben menaiki gunung.

Sesampai di puncak, sunrise indah baru muncul kami bergegas potoan sepuas puasnya sambil menghirup udara segar. Pamanku pun tak ketinggalan dia membuat puisi dan memintaku merekam puisi nya. Semua moment ter abadikan, tiada satupun yang terlewatkan. Sampai sampai aku membuat membuat video motivasi untuk pertama kalinya dengan tema “Perjalanan hidup seperti mendaki gunung” kenangan yang tak pernah terlupakan dan tak kan terulang kembali.

“Ayo kita kembali, matahari udah sempurna terlihat “ pinta paman 

“ntar dulu tinggal satu video lagi heheh” 

Paman pun meng iyakan sambil dia lanjut menulis puisi. Akhirnya kami pun turun dari gunung. Setelah sekian lama di mobil akhirinya sampai dirumah agak petang, aku pun membuka hape untuk melihat hasil dokumentasi.

Bushhhhh…..aku basah kuyup karna disiram mamak dibangunkan untuk sholat subuh dan terjatuh dari ranjang dan lansung terjaga, ternyata hanya mimpi. Betapa indah mimpi itu jikalau terwujud.

Penulis:M. Taufikurrahman Al-hizbi Angkatan MA plus 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuh prinsip Politik dalam islam

5 tips buat hidupkan literasi di kos, apa saja itu? Mari simak

Tips untuk tidak curang dalam belajar