Tujuh prinsip Politik dalam islam

 


Politik berasal dari bahasa Latin politicus dan bahasa Yunani politicos, artinya sesuatu yang berhubungan dengan warga negara atau warga kota. Kedua kata itu berasal dari kata polis artinya kota. Dari bahasa Inggris, politic, yang secara harfiah bermakna (1) acting or juding wisely; prudent (2)well judged; prudent atau sikap bijaksana atau hati-hati dalam 

bersikap, dan melakukan kebijaksanaan atau tindakan bijak. Kata tersebut juga bermakna The art of government atau tata pemerintahan/seni pemerintahan. Maka politik sering diartikan sebagai seni memerintah dan mengatur masyarakat (Yusuf, 2018)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “politik”diartikan dengan (1) (pengetahuan) yang berkenaan dengan ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti sistem pemerintahan dan dasar pemerintahan); (2) Segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat,dsb.) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain; (3). Cara bertindak (dalam menghadapi dan menangani suatu masalah). Kata turunan dari kata “politik”, seperti “politikus” atau “politisi” berarti orang yang ahli di bidang politik atau ahli ketatanegaan atau orang yang berkecimpung di bidang politik. Kata, “politis” berarti bersifat politik atau bersangkutan dengan politik, dan “politisasi” berarti membuat keadaan (perbuatan, gagasan dan sebagainya) bersifat politis (Yusuf, 2018).

Lalu bagaimana politik dalam islam, mari kita simak sedikit penjelasannya.

Pada dasrnya islam tidakpernah mendoktrinkan sebuah system politik tertentu secara utuh dan baku. Politik dalam islam sangatlah lentur dan dinamis, terlihat dari bagaimana rekam jejak nabi dan para penggantinya yang disebut khulafaurrasyidin mengelola kehidupan politik umat islam dari awal sejarah.

Relasi islam Dan politik memang telah diperbincangkan sejak sangat lama, beberapa ulama yang pernah mengkaji politik islam dianataranaya adalaaha Al-farabi,al-mawardi,al-ghazali,ibn taimiyah, dan ibn khaldun. Dan di era kontenporer di antaranyan adalah jamaluddin al-afgani, gasan al-bana, abdul wahab khalaf, ali abd al-raziq, sayyid quthb, al-maududi, Abdurrahman wahid, dan lainnya.

Namun meskipun islam tidak mengajarkan sebuah system yang utuh tentang politik, islam menekankan sejumlah prinsip dan moralitas berpolitik dan bernegara.

Dalam islam terdapat tujuh prinsip politik, yang menjadi dasar dan rujukan diantaranya adalah

1. Amanah 

dikarenakan seorang politis adalah pemegang mandate rakyat atau konsistuen di mana didalamnya terkandung sebuah perjanjian (baiat/pemilu), maka menjalankan amanah merupakan sebuah kewajiaban. 

2. Keadilan 

Merupakan prinsip yang sangat ditekankan oleh islam sebagai soko guru dalam bernegara. keadilan harus dijalankan dengan kejujuran, ketulusan dan itegritas. Keadilan ini berlaku untuk semua mahkluk tanpa memandang status social, ras, suku, agama maupun kedekatan hubungan. 

3. Musyawarah (syura)

Merupakan etika politik utama, yang berdifat komunikatif-dealogis. Musyawarah merupakan sebuah media mencapai hasil mufakat atau pengambilan jalan tengah. Dengan musyawarah, totalitarianism dan penggumpalan kekuasaan pada stau orang yang lebih berpotensi keliru dapat dominimalisir. 

4. Kebhibekaan dan kebangsaan (sya’bi)

Prinsip ini sebagaimana yang penjelasan Allah SWT dalam firman-Nya: Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kalian dari seorang laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar supaya kamu saling memahami. Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah di antara kalian adlah yang paling bertakwa (QS. Al-hujurat[49];13) berdasarkan ayat ini, kebhinekaan merupakan suatu gal yang niscaya dalam konteks bernegara semua mempunya hak dan kewajiban yangsetara, sebagaimana dicontohkan oleh nabi dalam susunan piagam Madinah.

5. Kebebasan (hururiyah)

Dalam kehidupannya, manusia dihadapkan pada konsekuensi dan tanggung jawab. Itu meniscayakan sebuah kebebasan dalam memilih setiap langkah kehidupan. Sebuah konsekuensi tidak mengkin dibebankan kepada manusia yang dipaksa tanpa punya kehendak memilih. Manusia sendiri dilahirkan dalam keadaan merdeka. Karena itu kebebasan memilih merupakan hakekat kehidupan manusian di bumi ini. Kebebasan dijamin bahkan dalam sebuah hal yang sangat prinsip, yaitu memilih agama. 

6. Kemaslahatan dan kesejahteraan

Merupakan salah satu tujuannya didirikannya sebuah neegara. Oleh karenanya itu politik seorang negarawan harus beroreentasi pada kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat. 

7. Perdamaian (salam)

Pada dasarnya islam adalah agama yang mencintai perdamaian. Jalan damai merupakan jalan yang selalu di pilih oleh nabi sebagaiman yang terlihat dalam suluh hudaibiyah, meski nabi harus menerima konsekuensi yang pahit. Adapaun perang. Merupakan sebuah jalan keluar yang terjadi karena situasi yang darurat, yaitu adanya serangan musuh. Dalam kondisi negara yang damai lah umat beragama bisa beribadah dengan khusuk dab tenang. Dalam kondisi damai pula islam dapat didialogkan kebenarannya dengan umat agama lain.


Penulis: Tim penulis ILMU NW Lombok Timur


Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 tips buat hidupkan literasi di kos, apa saja itu? Mari simak

Tips untuk tidak curang dalam belajar