Puisi-puisi yang hilang


kekasih, kau dan aku terlahir

dari bilik-bilik yang berbeda

suasana bilikmu mungkin tak kutemui 

ketika dulu aku menangis meminta asi

yang ibu beri hanyalah doa-doa


kau mendapati diriku yang renta dari

mampu, 

kuasaku tak sehebat tangan tuhan

di kantong celana yang kukenakan

masih kusimpan sesuatu yang mungkin

satu-satunya kelak yang menghidupi

ketika kota-kota, bahkan bilik rumah tak lagi

bisa menerima kurang dan kesalahan


ketika kita beranjak dewasa

hidup menjelma batu karang

keras untuk dilawan

berat untuk diterima

sulit untuk dipecahkan

tapi aku masih menyimpan 

sesuatu itu

untukmu kelak, kekasih

di belakang rumah yang rimbun

cerita nenek moyang,

cinta yang luhur itu kutanam


kelak akan tumbuh di punggungmu 

yang rapuh dan lapang

kulitmu yang cukup tebal untuk

melindunginya dari hama-hama kehidupan

kelak, itu pula yang kau tuturkan di bilik

anak-anak kita, menjadi dongeng

menjadi jamuan sebelum tidur

menjadi doa panjang bahwa

cinta kelak lebih kuat dari bangunan

 apapun.


Penulis: Albani atsaury (Angkatan 14 SMP Plus YANMU NW PRAYA 20218)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuh prinsip Politik dalam islam

5 tips buat hidupkan literasi di kos, apa saja itu? Mari simak

Tips untuk tidak curang dalam belajar