PENTINGKAH KECERDASAN EMOSIONAL BAGI SETIAP ORANG

 


Pentingkah kecerdasan emosional itu bagi setiap orang?

Bagaimana kedudukan kecerdasan emosional jika di bandingkan dengan kecerdasan intelektual atau spiritual?

Sebelum kita memulai untuk menjawab pertanyaan diatas. Kita harus tau terlebih dahulu pengertian dari kecerdasan itu sendiri.

Setiap orang mungkin akan mendefinisikan kecerdasan itu dengan berbagai pengertian. Ada yang mengaitkankannya dengan kemampuan seorang dalam menyelesaikan suatu permasalahan, ada yang mengatakan dengan kemampuan seseorang dalam berfikir keritis atau berlogika dan masih banyak lain. Semua itu memang tidak bisa bisa salahkan. Namun, kita juga perlu mengetahui bagaimana definisi kecerdasan itu menurut ahlinya.

Kecerdasan memang didefinisikan dalam banyak cara: kapasitas untuk abstraksi, logika, pemahaman, kesadaran diri, pembelajaran, pengetahuan emosional, penalaran, perencanaan, kreativitas, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah. 

Begitu juga dengan pembagiannya. Ada yang membaginya menjadi 2 jenis kecerdasan, 3 jenis kecerdasan bahkan ada yang membaginya menjadi 9 jenis kecerdasan manusia dengan karakteristiknya. Semua itu tidaklah salah karena pembagian itu tentu berdasarkan pengukuran-pengukuran tertentu pula.

Akan tetapi pembagian yang paling populer adalah kecerdasan yang dibagi menjadi IQ, EQ dan SQ. 

Kali ini pembahasan yang paling mendalam ialah Emosional Question/ EQ.

Kecerdasan emosinal memang merupakan sebuah perkembangan teori kecerdasan yang dipopulerkan oleh Daniel Goleman. Dalam pengertiannya Emotional Intelligence (EQ) merujuk pada kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun hubungan dengan orang lain. 


Pentingkah kecerdasan emosional itu?

Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence), yaitu kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Banyak orang yang cerdas, dalam arti terpelajar, tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi, sehingga dalam bekerja menjadi bawahan orang ber-IQ lebih rendah tetapi unggul dalam keterampilan kecerdasan emosi. Jadi tentu kurang tepat jika kita mengatakan bahwa kecerdasan intelektual adalah tolak ukur dari kesuksesan atau pencapaian seseorang. Apalagi sampai mengatakan bahwa kecerdasan intelektual akan menjadikan kita selalu lebih baik dari mereka yang memiliki IQ yang lebih rendah. 

Jika kecerdasan emosional memiliki kedudukan yang begitu penting dalam kehidupan seseorang. Lalu apa saja faktor yang membentuk atau mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang?

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Goleman (1997) orang yang mempopulerkan EQ ada beberapa faktor kecerdasan emosional individu:

1. Lingkungan keluarga

Ini dikarenakan ia termasuk sekolah/pendidikan pertama dalam mempelajari emosi. Kecerdasan emosi ini bisa diajarkan ketika bayi masih aktif melalui ekspresi. Kemudian peristiwa emosional ini akan tersimpan dan menetap secara permanen pada diri anak hingga dia dewasa nanti

2. Lingkungan non keluarga

Bisa terkait lingkungan masyarakat dan pendidikan. Kecerdasan ini akan berkembang sejalan dengan perkembangan fisik dan mental seseorang. 

Selain kedua faktor diatas. Masih banyak lagi faktor-faktor lain yang insyaallah terbahas pada tulisan selanjutnya.

Penulis: M. hifzul abror HN. (Angkatan SMA Plus YANMU NW PRAYA 2021)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuh prinsip Politik dalam islam

5 tips buat hidupkan literasi di kos, apa saja itu? Mari simak

Tips untuk tidak curang dalam belajar