Mengingatkan Kembali Fase-Fase Terciptanya Babak Seluruh Ummat Manusia

 


Allah mengabarkan kepada kita tentang makhluk yang hidup dan berakal ada 3 golongan: Malaikat, Jin, dan Manusia, Adapun Malaikat dan Jin dari kalangan metafisika “عالم الغيب”, maka kita tidak melihatnya dengan kesat mata akan tetapi mereka hidup berada disekitar kita. Adapun malaikat ada sebelum penciptaan adam as. Seperti yang dikisahkan dalam ayat ketika malaikat di perintahkan untuk bersujut kepada Adam setelah di tiupkan ruh kepadanya. Itu menunjukkan bahwa malaikat ada sebelum adanya Adam. Begitupun Allah telah menciptakan Jin sebelum terciptanya Adam as. Yang di kisahkan Di dalam QS. al-Hijr 26-27.

“Adam” nama yang di berikan Allah sebagai makhluk pertama dari kalangan manusia, dia adalah bapak dari seluruh ummat manusia. Telah di sampaikan kalimat “Adam” di dalam al Qur`an sebanyak 25 kali. Di antara 25 kali penyampaian kalimat “Adam” terkumpul dalam 9 surah, terdapat riwayat sebanyak 7 surah yang menceritakan tentang kisah Adam as. Di antaranya: surah al-Baqarah, surah al-A`raf, surah al-Hijr, surah al-Isra`, surah al-Kahfi, surah Taha, dan surah Shad.

Diketahui material penciptaan Malaikat dan Jin, Nampak dari kandungan hadist yang di dalamnya menerangkan bahwa malaikat di ciptakan dari “nur” cahaya, dan di ciptakan Jin dari kobaran api “من مارج من نار ”. Kedua penciptaan makluk yang bersifat ghoib “metafisik” sudah Nampak jelas di paparkan dalam hadist dan ayat-ayat al-quran, sedangkan terbentuknya penciptaan Adam as. Masih memerlukan penjelasan bahwa di dalam nash dalam al-Qur`aniyah dan ahadisiyah terdapat perincian yang di khususkan tentang fase-fase terciptanya manusia.

Telah diketahui Adam as. adalah bapak seluruh umat manusia, di katakana sebagai mahkluk yang di ciptakan dari kalangan manusia yang pertama yang telah di kabarkan rincian terciptanya, sungguh Adam as sebelu di tiupkan ruh telah terjadi 50 fase atau tahapan yang di nukil dari ayat-ayat dan hadist. Di bawah ini penulis akan mulai membahas fase-fase penciptaan Adam as. secara teliti dan terperinci.

Fase Awal

Pada taha pertama, di terangkan bahwa Adam as. diciptakan dari tanah. Dalam Q.S Ali `Imron 3;59, Allah berfirman, artinya :

“Sesungguhnya missal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

Di jelaskan analogi antara Nabi Isa dan Nabi Adam yang sama-sama diciptakan tanpa seorang bapak. Bahkan, Nabi Adam diciptakan tanpa ibu yang mengandung dan melahirkannya. Al-Baidhawi menjelaskan, (lihat al-Baidhawi, Anwar al-Tanzil wa Aswa al-Ta`wil, juz 2, hal. 20)

Hadist yang di riwayatkan Abu Daud dan Tirmizy dari abi Hurairah ra. Dari Rasulullah Saw. Bersabda “Kalian semua adalah anak cucu Adam, dan Adam terbuat dari tanah”. 

Terjaminnya keabsahan hadist, rahasia perbedaan manusia di dalam warna kulit di sebabkan perbedaan warna tanah di muka bumi. Seperti yang di benarkan rahasia perbedaan jiwa, tabiat atau sifat dan perasaannya di sebabkan perbedaan sifat tanah di muka bumi. Dan ini menunjukan kepada pengumpulan tanah yang di kumpulkan memiliki warna dan sifat yang berbeda-beda.

Fase Kedua

Tahap kedua, dijelaskan bahwa Adam di ciptakan dalam bentuk tanah yang di campuri air. Di tegasakan dalam al-Qur`an dengan sebutah kata “Thin” “"فصارت طينا. Maka perbedaan pada fase pertama masih dalam bentuk tanah, maka pada fase kedua ini berbentuk tanah yang sudah dicampuri air. Dalam QS al-Qur`an Allah berfirman,

إذ قال ربك للملئكة اني خالق بشرا من طين

Artinya: “(Ingatlah) ketikan Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”. (Q.S Shad [38];71)

Fase Ketiga

Fase ini gabungan dari proses diatas, yang sebelumnya berbentuk tanah yang lembek maka fase ini, Adam as sudah dalam bentuk tanah liat yang kering dan kuat. Dalam firman Allah yang Artinya:

“Maka tanyakanlah kepada mereka (Musyrik Mekah), “Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya atau apa yang telah kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat”. (Q.S Ash-Shaffat [37] : 11)

Fase keempat

Di dalam Kitab al-Khalidi, al-Qashash al-Qurani, Juz 1, hal. 93 di jelaskan Adam as berubah menjadi wujud tanah yang berwarna hitam, berbau tidak enak, memiliki perubahan bentuk dan kering. Allah swt berfirman, Artinya;

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfiraman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (Q.S al-Hijr [15) : 28)

Fase kelima

خلق الانسان من صلصال كالفخار

Artinya : “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar”. (Q.S ar-Rahman [55] : 14)

Kata "صلصال" berupa tanah kering, dinamakan "صلصال" karena mengeluarakan bunyi ketika diketuk. Imam al-Baidhawi menjelaskan, kata ‘Shalsal’ memiliki arti tanah kering yang memiliki suara. (Tafsir al-Baidhawi, Anwar al-Tanzil wa Aswa al-Ta`wil, Juz 5, hal. 171). Begitupun pendapat Dr. Shalah al-Khalidi pada kitab, al-Qashash al-Qurani, Juz 1, hal. 94.

Fase keenam “penyempurnaan”

Fase-fase di atas merupakan perjalanan penciptaan Adam as. dalam bentuk tanah dan belum ditiupkan ruh pada diri Adam. Baru pada tahap ini merupakan fase penyempurnaan dengan ditiupkan ruh kepada Adam. Dalam al-Qur`an Allah swt berfirman,

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakana kepada malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud”. (Q.S  al-A`raf [7] : 11)

Sebagai penutup, tulisan ini merupakan intisari dari kitab karangan Dr. Shalah al-Khalidi pada kitab, al-Qashash al-Qurani, Juz 1, hal. 90-95. Di jelaskan sebagai kesimpulan, ini merupakan fase kedua setelah fase penciptaan sebelumnya (Kelima Fase). Setelah sebelumnya berupa tanah yang mengeras, kemudian dibentuk dan ditegakkan. Jadilah bentuk patung dalam wujud manusia, barulah ruh ditiupkan pada Adam. Ini merupakan fase penyempurnaan “Finalisasi” wujud Adam as. dalam sosok kesempurnaan manusia pertama di alam semesta.


Muh. Salim Rahmatulloh, Mahasiswa Pascasarjana University 0f Holy Quran and Islamic Science Khartoum Sudan. r.salim12@yahoo.com.au

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuh prinsip Politik dalam islam

5 tips buat hidupkan literasi di kos, apa saja itu? Mari simak

Tips untuk tidak curang dalam belajar