EKSISTENSI MANUSIA SEBAGAI MAHKLUK PARIPURNA PERSPEKTIF AL-QUR'AN
Allah menciptakan Malaikat dengan sebuah akal yang fantastis, begitu pun dengan makhluk tuhan yang masyhur sebagai musuh manusia yaitu setan laknatullah yang memiliki nafsu, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Fathir ayat 6:
إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمۡ عَدُوّٞ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ
"Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh."
Dan kemudian Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi dengan kapasitas akal dan nafsu, sehingga manusia dinobatkan sebagai makhluk Allah yang paripurna.
Sehingga sangat kuat relevansinya dengan firman Allah, yang dimana Allah subhanahu wata'ala telah mengaktualisasikan manusia sebagai makhluk yang paripurna dengan segala fleksibilitasnya yaitu pada surat At-Tin ayat 4:
لقد خلقنا الإنسان فى أحسن تقوم
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Maka, hikmah yang dapat kita ambil adalah seyogyanya kita selalu muhasabah atau introspeksi diri sebab kita kadang dalam level kebenaran dan sebaliknya. Dan manusia sebagai makhluk yang sempurna dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Azhari Rahman (Penulis)


Komentar
Posting Komentar