Akad nikah
Agung berlari sekuat tenaga membawa peti berukuran raksasa, sambil terengah engah tak tau arah, tiba tiba dia tersandung kayu di tengah jalan tapi dia baik baik saja. Dia kembali berlari di tengah kerumunan warga yang cantik molek berpakaian rapi.
“gung kamu mau kemana, kok tergesa gesa banget” sapa dewi pada agung
Agung tidak menghiraukan dia terus menerobos kerumunan untuk sampai tujuan. Sampailah agung di tujuannya yakni akad nikah kakanya. Ternyata dia menjadi pembawa mas kawin pengatin, para hadirin lelah menunggunya. Akad pun berjalan dengan khidmat. Tibalah pada suasana yang paling menegangkan yakni akad nikah pengantin pria.
“Aku Nikahkan Kamu dengan anak saya Hermawati dengan maskawin 10 juta rupiah dan seperangkat alat sholat dibayar tunai” tegas wali dari hermawati
“Saya terima nikahnya hermawati dengan maskawin 10 juta rupiah dan seperangkat alat solat dibayar tunai” kata kakanya agung.
Tanpa instruksi Sorak sorai sah berdengung di mana mana, semua orang bersuka cita mendengar kata sah. Tidak dengan hermawati dia sedih mendalam sendiri di dalam kamar. Dia keluar dari kamarnya dan berlari sekuat tenaga meninggalkan gubuk karna dia tidak mau kawin. Tapi apalah daya dia pun dapat di amankan oleh warga dan di gotong ke suaminya. Di perjalanan dia dibawa memakai pick up. Akhirnya dia bersandar di bagian belakang pick up lalu tiba tiba pintu belakang pick up terbuka dengan sendirinya dan menyebabkan Hermawati terjatuh berlumuran darah. Suaminya dan Para warga menunggu kehadiran Hermawati yang berhasil di amankan warga setelah kabur dari rumah setelah akad. Akan tetapi yang pulang hanya nama Hermawati saja. Jasad nya telah kembali kehadirat tuhan.
M. Taufikurrahman Al-hizbi (penulis)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar